Senin, 20 Maret 2017

Surat Cinta untuknya

4 komentar

Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 01.10 dini hari. Rasanya Kantukku terasa lenyap karena beberapa jam lalu aku telah tertidur setelah melaksanakan sholat Maghrib.
Kunikmati setiap Lafadz ayat Al-Qur'an yang tengah kau lantunkan. Indah dan syahdu. Suaramu yang begitu merdu menambah indah setiap bacaan yang kau lafadz-kan.

Pikiranku melayang pada kenangan-kenangan awal kita bertemu. Di Kampus biru, pertama kali kamu melihatku. Berwajah manis dengan jilbab biru menambah terkesannya dirimu dengan diriku. Dengan segala kuasa-Nya saat itu merupakan awal hatimu terpikat melihat diriku.

Hari-hari selanjutnya dengan keberanianmu, kamu mulai mendekatiku. Dimulai dengan mencari tahu siapa namaku  sampai dengan bagaimana kegiatanku sehari-hari di Kampus lewat salah seorang rekanmu yang pernah mengenal diriku. Dengan kuasa-Nya pulalah terbuka jalan untuk kita mengenal lebih dekat.

Cara cantik dan elegan kamu luncurkan. Kamu pun mulai menyusun strategi untuk mendapatkan perhatianku. Sampai akhirnya, hatiku seperti terhipnotis pada strategi-strategi mu. 

Tak terasa satu tahun berlalu masa-masa pertemanan kita. Hingga akhirnya, kamu beranikan diri untuk membuat komitmen dalam hubungan kita. Sampai akhirnya kamu meminta kejelasan status hubungan kita.  Aku mulai berfikir dan mempertimbangkan jawaban apa yang harus kuberikan : "Yes or Sorry".

Aku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan atas jawaban yang akan kuberikan. Akhirnya, aku meminta pertimbangan pada orang tercinta dalam hidupku. Ternyata, Beliau memberikan respon positif. Mungkin karena kelihaianmu dalam mencuri hatinya, kesopanan dan kesantunan yang selalu  kamu tunjukkan saat berkunjung ke rumahku mampu menjadikan Beliau merestui dan memberi izin kepadaku.

Tiba pada suatu waktu dan di suatu tempat aku menerima dan merespon positif komitmenmu. Hari-hari kita lalui bersama dalam suka dan duka layaknya pasangan kekasih. Perlahan kamu mulai mengganti peran Ayah yang setiap malam setia menjemputku. 

Saat komitmen telah kita buat aku merasa ada yang lebih melindungi, memberi perhatian  sampai dengan sejuta rasa yang tak mampu diungkapkan. Walaupun, dalam perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Seringkali perselisihan-perselisihan menjadi bumbu dalam hubungan kita.

Sampai akhirnya, kamu mempertemukanku dengan kedua orang tuamu. Beberapa pertanyaan membuat jantungku dag dig dug. Alhamdulillah atas kuasa-Nya respon positif tentang kehadiranku mampu diterima oleh orang tuamu.

Sayang.. kamu memang bukan orang pertama yang hadir dalam hatiku, begitupun denganku yang juga bukan orang pertama dalam hatimu. Namun, dengan dirimu awal kali aku berkomitmen dengan lawan jenis begitupun dengan dirimu yang juga awal kali berkomitmen dengan seorang perempuan.

Aku yakin, ini bukan suatu kebetulan. Suku kata nama belakang yang sama dengan ayahku sampai tanggal lahir adik-adik kita yang juga sama persis betul-betul merupakan  kuasa-Nya.

Tak terasa dua tahun telah kita lalui, hingga akhirnya kamu dan keluarga memutuskan untuk meminangku sebagai bukti keseriusan dan tanggung jawabmu. Aku pun mulai lebih bertangggung jawab dan belajar bersikap lebih dewasa. Selanjutnya, hari-hari kita lalui dengan mulai banyak menyusun rencana untuk meniti hubungan ke level yang lebih serius lagi yaitu " Pernikahan".

Sayang..
Hampir 7 tahun sudah kita lalui dalam kebersamaan, cinta, tangis, tawa, canda, suka, duka serta bumbu-bumbu perselisihan mewarnai rumah tangga ini. Permasalahan-permasalahan yang hadir membuat kita lebih memahami satu sama lain. Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Tuhan berikan membuat kita lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapinya. Banyak hal yang sudah kita dapatkan. Banyak nikmat yang senantiasa Tuhan curahkan sampai dengan detik ini.

Aku dengan segala sifat baik dan jelekku hadir sebagai pendampingmu. Kamu selalu sabar dalam menghadapiku apalagi jika ego-ego ku mulai muncul. Dengan segala kelebihan dan kekurangan kamu menerimaku dengan ikhlas. Terima kasih ya sayang atas pengertian, bimbingan dan doa-doa yang selalu kamu berikan dan panjatkan.

Tuhan Terima Kasih telah Kau hadirkan dirinya sebagai laki-laki terbaik untuk mendampingiku.
Tuhan Terima Kasih pula telah Kau hadirkan aku untuk menjadi pendampingnya.
Kau hadirkan dirinya dalam perjalanan hidupku begitupun dengan diriku.

Tuhan..
Jagalah cinta dan kasih kami karena-Mu.
Berkahilah rumah tangga kami dengan curahan Cinta Kasih-Mu
Satukanlah kami hingga panggilan Cinta-Mu memisahkan kami
Pertemukan serta kumpulkanlah kami kembali di Jannah-Mu nan indah dan suci.

Seindah-indahnya pertemuan adalah pertemuan dengan-Mu.

Suamiku aku mencintaimu karena-Nya.


( Semoga tulisan ini mampu memotivasi dan menginspirasi bagi pasangan yang telah menikah khususnya.  Tidak ada manusia yang sempurna. Bersedia menerima dan memahami kekurangan dan kelebihan satu sama lain adalah salah satu bukti cinta. 
"Hidup akan menjadi lebih indah dalam balutan cinta dan kasih sayang")

Selasa, 22 September 2015

MAKNA DARI MENCINTAI-MU

1 komentar
Ya Allah….
Rindu ini hanya untuk-Mu
Cinta ini hanya milik-Mu
Mulai 1 Zulhijah, mulai kurasakan Engkau hadir kembali.
Kehangatan  memenuhi rongga hati ku.
Getaran cinta saat ku lafadz kan Asma-Mu. Semakin nikmat tiada tara.
Sampai aku menyadari aku telah jatuh cinta.
Cinta ku hanya untuk-Mu.
Aku titipkan sepenuh hatiku di rumah-Mu.
Dalam kenikmatan, tubuhku terasa lelah.
Semakin lelah, tak kuasa tubuhku.
Lelah.. namun rasa kantuk ini seperti sirna.
Sampai ku lalui dengan diskusi-diskusi bersama suami ku tentang Cinta dan kebesaran-Mu
Aku kebingungan… pendapat kami mengalami perbedaan.. ya, selalu berbeda.
Ada apakah ini Cinta??
Apakah dia cemburu aku mencintai Mu?
Katanya Cintaku buta tak pakai ilmu.
Aku semakin bingung apa maksud dari semua ucapannya.
Sampai akhirnya tubuhku lelah dah terlelap sejenak.
Sampai aku terjaga.
Kami sholat Isya berjamaah..sampai perlahan ku pahami akan makna Mencintai-Nya harus dengan ilmu.
Dalam diri setiap manusia ada segumpal daging.
Gumpalan itu yang menentukan baik buruknya kehidupan.
Gumpalan itu disebut dengan Qolbu atau hati.
Didalam qolbu tersebut tersimpan cahaya cinta.
Cahaya cinta terbesar harus diberikan kepada Zat Yang Maha Pencipta Qolbu.  ALLAH SWT.
Cahaya cinta berikutnya diberikan kepada Rosulullah. Dengan jasa-jasa Rosulullah, kita mampu mengenal Allah.
Cahaya – cahaya lainnya hendaknya dipancarkan kepada makhluk-makhluk lainnya.
Suami, orang tua, anak-anak, sahabat, teman, dan kepada sebanyak-banyaknya makhluk ciptaan-Mu
Terima kasih Ya Allah..
Atas petunjuk-Mu akan makna mencintai-Mu.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung) (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).


Selasa, 14.30

@sweet Home.

Selasa, 01 April 2014

Budi Luhur 35 TH ANNIVERSARY

0 komentar
Sabtu, 29 Maret 2014 bertempat di kampus Budi Luhur diselenggarakan acara perayaan Ulang Tahun Yayasan Budi Luhur Cakti yang ke 35. Sebuah angka yang menunjukkan kematangan serta kedewasaan. Para Dosen, Guru, karyawan dan segenap Civitas akademika kampus, SMA, SMP sampai dengan KB pagi itu sudah memenuhi kawasan kampus Budi Luhur yang terletak di Jalan Ciledug Raya. Dengan mengenakan batik yang beraneka warna nampak senyum sumringah menghiasi para tamu undangan. 

Panggung yang bercorak wayang disertai dengan sentuhan warna coklat semakin membuat suasana kekeluargaan melekat. Ornamen Jawa modern pun, nampak apik mewarnai acara hari ini. 


I Love U because ALLAH

1 komentar


Bismilahirahmanirrahim

Kira-kira pukul 02.00, aku telah terbangun. Tak tahu mengapa, kulihat suami tercinta tertidur pulas disampingku. Kupandangi wajahnya, ingatanku melayang pada setiap kebaikan-kebaikannya. Baktinya kepada orang tua ku. Saat papah sakit, mamas tulus membantu memandikan papah, menggosokkan sabun, menyiramkan air.  Aku ingat kebaikan – kebaikan hatinya. Selalu memberi kepercayaan kepadaku, mendukung setiap aktivitasku, tempatku bersandar disaat tubuh ku lelah, pikiranku penat. Membimbingku dalam menyelesaikan studi sarjanaku, membantuku mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang seharusnya pekerjaanku dan sejuta kebaikan-kebaikan lainnya.


Minggu, 09 Maret 2014

Training SEFT Hari Kedua

0 komentar
Alhamdulillah dengan semangat dan tubuh yang sehat, saya mulai berangkat bersama Bunda Yanti ke Graha Mandiri, tempat Training tersebut dilaksanakan. Pukul 07.00 lewat beberapa menit, akhirnya kami tiba.

Setelah mengisi lembar absensi, saya segera memasuki ruangan seminar. Para peserta Nampak sudah banyak yang datang. Saat itu, sedang dipimpin doa oleh pemandu acara. Saya menempati sebuah kursi disebelah kanan. Saya SMS teman sebelah bangku ku kemarin, Mbak Rizka. Saya tawarkan untuk memberi tempat disebelahku, jika beliau setuju. Diawal acara, pemandu menanyakan kepada kami, siapa yang belum menterapi minimal 2 orang semalam? Saya beserta beberapa rekan yang lain mengacungkan jari. Akhirnya, kami diminta untuk keluar sebentar untuk praktik menterapi rekan yang lainnya. Setelah kuselesaikan tugas saya kembali kedalam ruangan, kulihat mbak Rizka malah duduk dibarisan terdepan pojok kanan, dan ternyata disebelahnya ada 1 kursi kosong. Akhirnya kami duduk berjejeran dibarisan terdepan. 


Training SEFT hari pertama

1 komentar


Bismillahi rahmaninirahim…

Assalamu alaikum pembaca, beberapa hari tidak ngeblog dikarenakan berbagai aktifitas yang padat sehingga harus bisa mengatur waktu dengan baik. Kali ini saya akan menulis tentang pengalaman mengikuti Training SEFT dihari pertama bersama Pak. Faiz Zainuddin, beliau adalah Founder dari ilmu SEFT tersebut. 

Sebenarnya kata SEFT sudah tidak asing lagi bagi saya. Beberapa tahun sebelumnya saya pernah mempelajari ilmu ini. Alhamdulillah, saya merasakan banyak manfaat dari SEFT, baik bagi diri saya sendiri maupun untuk orang lain. Namun, saya merasa masih banyak hal yang belum sepenuhnya saya pahami, sehingga memotivasi saya belajar kepada ahlinya langsung.


Kamis, 27 Februari 2014

REFLEKSI DIRI

1 komentar
Selamat sore rekan Guraru. Semoga sore ini tetap dalam kondisi sehat dan semangat. Sebelum beranjak pulang, saya sempatkan sejenak untuk memposting kegiatan mengajar hari ini. Hari ini terakhir saya menghantarkan anak-anak kelas XII pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Pasalnya, bulan Maret ke depan, mereka akan segera menempuh berbagai ujian. Ujian Mid Semester, Ujian akhir, ujian praktek sampai dengan ujian nasional.

Setelah mengungkapkan beberapa patah kata, saya membagikan angket untuk refleksi diri saat pelajaran TIK. Tujuannya agar anak-anak bisa menilai seberapa jauh  tingkat pemahaman dan penguasaaan materi yang pernah saya sampaikan. Selain itu, penilaian dari siswa ini juga amat penting bagi saya, untuk mengukur sejauh mana kemampuan mengajar saya terhadap para siswa.
Pertanyaan yang saya ajukan dalam angket tersebut, terdiri dari pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka. Pertanyaan tertutup dimaksudkan agar siswa hanya dapat memilih satu jawaban saja yang disediakan sedangkan pertanyaan terbuka memberi kesempatan siswa untuk memberikan kritik dan saran yang lebih luas.

Para siswa kelas XII memang sudah dapat dikatakan anak-anak calon Mahasiswa, yang mana dari segi pemikiran sudah dapat dikatakan cukup matang. Namun, ya namanya anak-anak ada saja yang memberi jawaban iseng dan main-main. Diantaranya mereka ingin lebih banyak waktu bebasnya, komputer di lab. diperbanyak Games nya dibandingkan dengan aplikasi pembelajaran karena agar lebih Fun dan jawaban-jawaban lucu lainnya.

Terima Kasih Ya Allah, sudah diberikan kesempatan selama 3 tahun membimbing mereka. Semoga segala ilmu yang diberikan dapat memberi kebermanfaatan. Aamin.

Minggu, 23 Februari 2014

LIPUTAN KEGIATAN WORKHOP PENELITIAN TINDAKAN KELAS @ Kampus UNJ

0 komentar
Assalamu alaikum, Selamat pagi sahabat Guraru. Semoga hari Minggunya menyenangkan dapat berkumpul bersama keluarga tercinta. Baik sahabat, kali ini saya akan membuat liputan mengenai acara “Pelatihan Tindakan Kelas” yang diselenggarakan di Kampus UNJ. Workshop PTK yang di prakarsai IGI sangat seru dan luar biasa. Sebagai pembicara adalah Bapak-bapak hebat yaitu : DR. Nusa Putra, M.Pd, Bapak Dedi Dwitagama, M. Si, Wijaya Kusumah, M.Pd.

Acara dimulai tepat pukul 08.30, diawali dengan pembukaan oleh Ibu.Yuli selaku moderator sekaligus dibuka dengan membaca doa. Acara selanjutnya dilanjutkan oleh DR. Nusa Putra, M.Pd. Sosoknya yang ramah dan gaya bicara yang ceplas ceplos namun mampu merangsang semangat dan motivasi para audiens. Beliau menjelaskan mengenai beberapa metode yang dapat digunakan untuk penelitian. Metode-metode tersebut diantaranya adalah:
  1. Metode penelitian kuantitatif : menjelaskan lebih/eksplanasi.: hubungan pengaruh lebih bersifat umum, general, mengkaji hipotesis
  2. Metode penelitian kualitatif : penelitian secara mendalam, menemukan pola dan tema.
  3. Metode penelitian tindakan : melakukan perubahan ke arah perbaikan, pemberdayaan.
  4. Metode penelitian dan pengembangan : inovasi, menciptakan model dan produk.
  5. Mixed method : memahami dan memberdayakan inovasi dan memperdayakan.
Beliau mengatakan penggunaan masing-masing metode tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk itu, sebelum memilih suatu metode hendaknya ditelaah terlebih dahulu permasalahan yang dialami.  Bapak Nusa adalah salah seorang  yang ditunjuk sebagai Asesor dalam penelitian karya ilmiah yang dibuat oleh para pendidik. Jam terbang yang tinggi dan berbagai pengalaman yang sudah sering beliau alami membuatnya semakin mantap dalam menjelaskan materi ini. Beliau juga sudah menerbitkan banyak buku yang terkait dengan penelitian.

Pembicara yang kedua adalah Bapak Dedi Dwitagama, M. Si, sosoknya yang humoris, ceplas ceplos dan cerdas mampu membuat audiens termotivasi atas materi yang beliau sampaikan. Pak. Dedi memotivasi para guru untuk terus menulis. Menulis mampu menghasilkan banyak hal. Dan beliau sudah membuktikannya dengan banyak sekali penghargaan yang didapatkan.

Pembicara ketiga adalah Wijaya Kusumah, M.Pd. Sosoknya sudah tidak asing lagi dikalangan guru blogger. Omjay sapaan akrabnya, walaupun kondisinya sedang kurang sehat, batuk dan sakit tenggorokan yang menderanya, namun tak mengurangi semangat beliau. Berbagai kejuaraan yang telah diikuti terutama dalam bidang tulis menulis dan pembuatan karya ilmiah semakin membuat mantap penjelasannya. Kami dilatih untuk membuat contoh proposal penelitian. Dan ada 3 orang yang beruntung mendapatkan buku, karena hasil proposalnya baik dan benar.

Luar biasa semangat rekan-rekan guru. Bahkan ada rekan yang datang dari daerah Cirebon untuk menuntut ilmu. Semoga setelah pelatihan ini, mampu melahirkan juara-juara dalam penelitian.
Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Jengfidi.blogspot.com
Pukul. 08.40

Foto dokumentasi :

 Pak. Nusa putra dan Ibu Yuli (moderator)


 Bapak. Dedi Dwitagama

Rabu, 19 Februari 2014

Bugar Ala Nabi

0 komentar


Assalamu alaikum sahabat.. Semoga dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Tulisan saya kali ini akan mengulas tips kesehatan dan kebugaran tubuh ala Rosulullah. Setelah saya membaca suatu artikel yang sangat menarik, rasanya tak sabar ingin berbagi untuk sahabat semua.

Kesehatan adalah suatu nikmat yang tak ternilai harganya.  Kesehatan jasmani dan rohani  merupakan suatu nikmat yang diberikan Allah sebagai bentuk kecintaan kepada hamba-Nya.  Jika tubuh sehat, maka ibadah pun akan terasa lebih nikmat. Sebagaimana yang telah kita ketahui  Rosulullah adalah seorang yang sangat menjaga kesehatan jasmani dan rohani-Nya.  Dalam sebuah hadist “ Mohonlah kepada Allah pengampunan, kesehatan dan keimanan didunia akhirat. Sesungguhnya Allah tidak memberikan kepada seseorang setelah iman yang lebih baik dari pada kesehatan.” (HR. Ahmad Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Nabi Muhammad adalah orang yang sangat sehat sepanjang hidupnya. Dalam sejarah diriwayatkan Beliau hanya 3 kali mengalami sakit, yaitu demam tinggi akibat ketakutan sehabis menerima Wahyu , sakit terkena Sihir orang Yahudi yang membuat Allah menurunkan surat Al-Falaq dan An-Naas dan terakhir sakit sebelum meninggal.

Berikut langkah sehat yang Rosulullah aplikasikan dalam hidupnya :
1.         Menjaga Kesehatan pencernaan
“Sumber dari segala penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu obat”, (HR. Muslim)
Nabi selalu memastikan makanan yang masuk ke perutnya memenuhi kriteria maslahat dunia dan akhirat yaitu halal dan baik dikonsumsi (Thayyib). Selain berpuasa untuk mengistirahatkan kerja usus, beliau rutin mengkonsumsi madu untuk membersihkan pencernaan dan makan buah Zaitun sehabis makan apapun untuk menetralisir zat-zat yang merusak metabolism tubuh.
Beliau juga tidak membiarkan pencernaan bekerja terlalu keras dengan makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Makanan yang masuk dikunyah pula dengan tidak terburu-buru.

2.         Memberi hak tubuh
Rosulullah tidur selepas Isya dan bangun pada sepertiga malam.  Dipertengahan siang hari, beliau mengajarkan sahabatnya untuk sejenak istirahat siang yang disebut Qailullah. Cukup sejenak walau tidak tidur.
Beliau tidur dengan memiringkan tubuh kekanan seraya berzikir kepada Allah hingga mengantuk. Ternyata, tidur menghadap kanan menurut penelitian ternyata sangat baik untuk kerja organ tubuh. Jantung leluasa bergerak saat tidur tidak tertekan oleh organ tubuh yang lain. Makanan dalam lambung pun berada pada posisi yang proporsional untuk dicerna. Terlebih lagi miring kekanan membuat Nabi, mudah untuk bangun malam.

3.    Menjaga kebaikan hati dan pikiran
Rosulullah selalu berprasangka baik untuk menjaga hati dan pikirannya. Beliau tidak mudah marah, pemaaf, tidak mudah putus asa dengan senantiasa berfikir positif dan jauh dari penyakit hati.



Demikianlah sahabat,  ulasan singkat yang dapat saya sampaikan . Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

      Sumber bacaan : Majalah Ummi/ Edisi Februari 2014


      Jengfidi.blogspot.com 
Pukul. 10.00 Wib 


Minggu, 09 Februari 2014

Rindu pada-Mu

0 komentar


Bismillahirahmanirahim

Assalamu alaikum pembaca, semoga hari ini senantiasa sehat dalam rahmat serta kasih sayang-Nya. Ku awali pagi ini dengan syukur tak terhingga atas nikmat-nikmat-Nya. Setelah selesai ku siapkan sarapan untuk suami tercinta, aku pun segera bergegas untuk melanjutkan tugas  mendidik anak bangsa. 

Perjalananku pagi ini sungguh luar biasa di mulai dengan melintasi jalanan yang masih tergenang air sisa air hujan yang turun semalam. Hari senin, jalanan agak macet dikarenakan banyak kendaraan yang menggunakan lajur berlawanan arah, sehingga cukup menguji kesabaran bagi pemilik lajur yang semestinya. Sempat melewati gang, ternyata ada hamba Allah yang telah dipanggil oleh-Nya, sehingga motorku harus mencari jalan alternative yang lain. Alhamdulillah semua bisa berlalu.

Sambil berkendara ingatanku melayang pada suatu moment terindah. Tepat 1 tahun lalu, aku, suami dan ayah mertua sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta, untuk memenuhi panggilan-Nya. Bersama keluarga tercinta mengantarkan keberangkatan kami. Bahagia, sedih dan sejuta rasa mewarnai saat itu.

Pada masa persiapan menuju Rumah-Nya, banyak ujian yang hadir dalam kehidupan kami. Sampai dengan hari keberangkatanku, aku dibuat sangat takut oleh ketentuan-Nya. Pasalnya, sehari sebelum berangkat tanda-tanda haid tiba-tiba datang. Padahal obat hormonal sudah ku konsumsi dari seminggu sebelumnya. Ya Allah…

Allah memang penuh kejutan. Setelah hampir 12 jam kami terbang bersama Garuda airlines, akhirnya tiba juga di Airport King Abdul Aziz. Setelah melakukan pengecekan ulang di Bandara tersebut, kami diminta menunggu, untuk pemberangkatan ke Madinah dengan menggunakan Bus.

Pada saat pengecekan Travel Bag seluruh jamaah, aku kembali dibuat khawatir oleh-Nya. Pasalnya, travel bag ku sudah ditelusuri beberapa kali, tak jua ketemu. Tubuh yang lelah, membuatku terdiam dalam zikir dan berdoa dalam kepasrahan. Alhamdulillah, setelah ku mengikhlaskan, ada seorang ibu yang memanggilku dan ternyata beliau menemukan travel bag ku. Terima kasih Ya Allah..

Perjalanan ke Madinah dimulai dengan mengendarai Bus. Dalam kegelapan ku lafadzkan zikir Qolbu, memohon segala Rhido dan perkenan-Nya agar aku diizinkan untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan hati dan tubuh yang bersih.

Alhamdulillah, akhirnya perjalanan kami sudah tiba pada tujuan Madinah Al Munawarroh. Mesjid nan Agung dan Indah sekali. Ku panjatkan syukur tak terkira, kami bisa dihadirkan ditempat ini. Allah takdirkan aku mendapat teman-teman yang sangat baik. Terima kasih ya Allah.

Saat itu, seperti aku dituntun oleh-Nya untuk selalu menuliskan apa-apa yang ku alami melalui pena dan buku catatan. Sehingga, tak terasa buku catatanku sudah penuh terisi sampai dengan kepulanganku ke Tanah Air. Mulai dari peristiwa ini, aku membuat blog dan tulisan tentang “Perjalanan Tauhid Menggapai Rhido Illahi”. Tulisan pertama yang tergores indah pada blog pribadiku. Jika, aku merasa kangen dengan masa-masa indah itu, kubuka serta kubaca kembali hal-hal indah yang pernah kulewati bersama-Nya.

Terima Kasih Allah telah hadir dalam jiwaku dan telah Kau hadirkan aku dalam Cinta Indah Kasih-Mu.

Seindah-indahnya pertemuan adalah pertemuan dengan-Mu

Semoga kami masih Kau berikan kesempatan lagi untuk berkunjung ke Rumah-Mu dengan panggilan Cinta serta kasih sayang-Mu. Aamin.


Wassalam
(jengfidi.blogspot.com) Pukul. 11.30