Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Februari 2014

Rindu pada-Mu

0 komentar


Bismillahirahmanirahim

Assalamu alaikum pembaca, semoga hari ini senantiasa sehat dalam rahmat serta kasih sayang-Nya. Ku awali pagi ini dengan syukur tak terhingga atas nikmat-nikmat-Nya. Setelah selesai ku siapkan sarapan untuk suami tercinta, aku pun segera bergegas untuk melanjutkan tugas  mendidik anak bangsa. 

Perjalananku pagi ini sungguh luar biasa di mulai dengan melintasi jalanan yang masih tergenang air sisa air hujan yang turun semalam. Hari senin, jalanan agak macet dikarenakan banyak kendaraan yang menggunakan lajur berlawanan arah, sehingga cukup menguji kesabaran bagi pemilik lajur yang semestinya. Sempat melewati gang, ternyata ada hamba Allah yang telah dipanggil oleh-Nya, sehingga motorku harus mencari jalan alternative yang lain. Alhamdulillah semua bisa berlalu.

Sambil berkendara ingatanku melayang pada suatu moment terindah. Tepat 1 tahun lalu, aku, suami dan ayah mertua sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta, untuk memenuhi panggilan-Nya. Bersama keluarga tercinta mengantarkan keberangkatan kami. Bahagia, sedih dan sejuta rasa mewarnai saat itu.

Pada masa persiapan menuju Rumah-Nya, banyak ujian yang hadir dalam kehidupan kami. Sampai dengan hari keberangkatanku, aku dibuat sangat takut oleh ketentuan-Nya. Pasalnya, sehari sebelum berangkat tanda-tanda haid tiba-tiba datang. Padahal obat hormonal sudah ku konsumsi dari seminggu sebelumnya. Ya Allah…

Allah memang penuh kejutan. Setelah hampir 12 jam kami terbang bersama Garuda airlines, akhirnya tiba juga di Airport King Abdul Aziz. Setelah melakukan pengecekan ulang di Bandara tersebut, kami diminta menunggu, untuk pemberangkatan ke Madinah dengan menggunakan Bus.

Pada saat pengecekan Travel Bag seluruh jamaah, aku kembali dibuat khawatir oleh-Nya. Pasalnya, travel bag ku sudah ditelusuri beberapa kali, tak jua ketemu. Tubuh yang lelah, membuatku terdiam dalam zikir dan berdoa dalam kepasrahan. Alhamdulillah, setelah ku mengikhlaskan, ada seorang ibu yang memanggilku dan ternyata beliau menemukan travel bag ku. Terima kasih Ya Allah..

Perjalanan ke Madinah dimulai dengan mengendarai Bus. Dalam kegelapan ku lafadzkan zikir Qolbu, memohon segala Rhido dan perkenan-Nya agar aku diizinkan untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan hati dan tubuh yang bersih.

Alhamdulillah, akhirnya perjalanan kami sudah tiba pada tujuan Madinah Al Munawarroh. Mesjid nan Agung dan Indah sekali. Ku panjatkan syukur tak terkira, kami bisa dihadirkan ditempat ini. Allah takdirkan aku mendapat teman-teman yang sangat baik. Terima kasih ya Allah.

Saat itu, seperti aku dituntun oleh-Nya untuk selalu menuliskan apa-apa yang ku alami melalui pena dan buku catatan. Sehingga, tak terasa buku catatanku sudah penuh terisi sampai dengan kepulanganku ke Tanah Air. Mulai dari peristiwa ini, aku membuat blog dan tulisan tentang “Perjalanan Tauhid Menggapai Rhido Illahi”. Tulisan pertama yang tergores indah pada blog pribadiku. Jika, aku merasa kangen dengan masa-masa indah itu, kubuka serta kubaca kembali hal-hal indah yang pernah kulewati bersama-Nya.

Terima Kasih Allah telah hadir dalam jiwaku dan telah Kau hadirkan aku dalam Cinta Indah Kasih-Mu.

Seindah-indahnya pertemuan adalah pertemuan dengan-Mu

Semoga kami masih Kau berikan kesempatan lagi untuk berkunjung ke Rumah-Mu dengan panggilan Cinta serta kasih sayang-Mu. Aamin.


Wassalam
(jengfidi.blogspot.com) Pukul. 11.30

Minggu, 26 Januari 2014

Kematian

0 komentar


Malam ini tidurku kembali terjaga. Rasa kantuk ini seakan hilang. Dikeheningan malam ku beranjak dari tempat tidur, berwudhu dan kembali menulis.  Kali ini aku ingin menuliskan tentang kematian. Kurenungkan kembali beberapa peristiwa yang telah terjadi pada hari-hari sebelumnya. Di tahun 2013 ada salah seorang siswaku (M. Alvan) yang telah wafat karena sakit. Kemudian baru beberapa hari berlalu seorang anak didikku (Kenty Apriliana) telah Allah panggil ke hadapan-Nya. Pakde Sumadi juga telah wafat setahun yang lalu. Sangat tidak disangka, saat itu beliau pernah berkunjung untuk menjenguk papa yang sedang sakit, beliau memberikan semangat kepada Papa. Beberapa bulan berlalu, sakit yang baru diketahui oleh pihak keluarga sehingga membuatnya harus di opname. Hanya beberapa hari, Allah panggil beliau ke hadapan-Nya. Beliau perpulang lebih dulu.

Kematian adalah suatu misteri dalam kehidupan. Waktu kematian manusia sudah tertulis dalam Kitab Allah, tiada seorang pun yang mengetahui. Dimana, kapan dan dalam kondisi bagaimana ketika kita wafat, hanya Allah yang Maha Mengetahui hal tersebut.

Saat kematian telah datang, keluarga, sanak saudara, rekan-rekan datang untuk mengantarkan seseorang ketempat peristirahatan terakhir. Tangisan, kesan dan kenangan yang pernah terukir dalam perjalanan kehidupan hadir dalam hati kerabat yang ditinggalkan.

Tua, muda, batasan usia tidak menjamin waktu kapan kematian akan menjemput. Orang yang lebih muda bahkan bisa terlebih dahulu Allah panggil. Orang yang sehat juga seringkali Allah panggil tanpa sebab. Kenangan serta kesan yang mengukir saat manusia masih hidup akan teringat jika kematian seseorang telah menjemput. Kesan itu bisa baik, bisa juga sebaliknya. Tergantung amal perbuatan yang telah kita torehkan.

Walaupun semua itu sudah tertulis dalam Kitab Illahi tentang waktu kematian kita, yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar untuk menjadi manusia yang sebaik-baiknya. Proses kehidupan yang berliku merupakan sebuah pembelajaran tentang kehidupan. Allah punya cara yang berbeda untuk mendidik hamba-Nya dalam mengarungi kehidupan ini. Termasuk segala ujian yang diberikan oleh-Nya. Dengan doa kita dapat memohon agar saat kematian akan menjemput Allah takdirkan dalam kondisi yang baik, Khusnul Khotimah. 

Selanjutnya setelah wafat, hanya amal perbuatan yang akan menemani kita ditempat yang abadi. Sambil menunggu  sidang akbar tempat manusia mempertanggung jawabkan semua amal perbuatannya.
Semoga kita semua Allah wafatkan dalam kondisi Khusnul Khotimah dan dipenuhi dengan amalan baik didunia. Aamin

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. "(QS. Al Imran ayat 185)

Tangerang (27012014) Pukul. 02.30 WIB

Selasa, 10 Desember 2013

Check Up Kesehatan Papa

0 komentar


Sore ini saya kembali mengantar papa check up ke RS. CIKINI. Setelah beberapa bulan meliburkan diri kami datang lagi ketempat ini. Dua bulan yg lalu hasil kreatinin dan ureum papa menunjukkan perbaikan, (1,8 kreatini dan 58 ureum) sehingga Dr. Tunggul mengizinkan utk check up 2 bulan sekali. Sebelum kontrol, hasil lab terbaru sudah papa siapkan. Beberapa hari yg lalu papa melakukan pemerikasaan Lab sesuai dengan surat pengantar yg diberikan dokter.
Hasil pemeriksaan bulan ini menunjukkan perubahan dibeberapa bagian, kreatinin 3,0 dan hasil protein +++.

Sambil menunggu kedatangan Dr. Tunggul, saya berbicang bincang dengan seorang ibu. Ibu tersebut bercerita bahwa mempunyai putri yg sudah 9 tahun menderita gagal ginjal. Mulai terdiagnosa saat berusia 18 tahun dan saat ini putrinya sudah berusia 26 tahun. Aku tercengang mendengar cerita Ibu tersebut.

Setahun pertama cuci darah rutin dilakukan seminggu 2 kali.  Upaya pencangkokan ginjal pernah dilakukan sampai ke Hongkong. Namun, Tuhan berkehendak lain.  Ginjal yang sudah tercangkok pecah dan tidak dapat berfungsi. Sungguh suatu perjuangan yg luar biasa.

 Ibu tersebut juga bercerita pernah saat itu nyawa sang putri hampir Allah panggil. Alat pemacu jantung sudah digunakan dan monitor pendeteksi menunjukkan sudah tidak ada lagi detak jantung,
 keluarga sudah berpasrah dan mengikhlaskan. Begitupun Sang Ibu sudah ikhlas, namun dalam lubuk hati terdalam masih menyimpan suatu harapan dan pemohonan untuk sang buah hati tercinta. Subhanallah Allah tunjukkan suatu keajaiban, Sang Putri tiba-tiba bangun dan tersadar. Allahu Akbar, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Saat ini sudah 8 tahun sang putri menjalani CAPD sebagai pengganti ginjalnya yg sudah tidak berfungsi. Semoga sang ibu dan putrinya senantiasa Allah berikan kekuatan da kesabaran.

CAPD (continous ambulatory peritoneal dialysis) adalah sebuah metode yang dapat digunakan sebagai pengganti Hemodialisis bagi pasien yang ginjalnya sudah tidak berfungsi. CAPD dapat dilakukan dirumah dan pasien dapat melakukannya sendiri. CAPD dilakukan setiap 4 jam sekali perhari. Pasien dapat menggunakan metode tersebut dengan segala kelebihan dan kekurangan didalamnya.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Suster memanggil kami untuk masuk keruang Dokter. Dr. Tunggul memeriksa kondisi Papa, menurut Dr. tekanan darah yang cukup tinggi dan kadar gula yang juga diatas rata-rata dapat menyebabkan kenaikan pada kreatinin. Alhasil, Papa diminta untuk menjaga pola makan kembali. Semangat ya Pa.. Dr. Tunggul pun segera menuliskan resep dan meminta kami untuk check up kembali bulan depan.

Ya Allah.. Nikmat sehatmu sungguh tak ternilai. Karuniamu yg ada didalam tubuh ini sangat luar biasa. Semua hanya titipan-Mu, kapan pun Kau ingin kurangi mudah saja bagi Mu. Ampuni aku Ya Allah jika selama ini kurang menjaga amanah Mu didalam tubuh ini dan nikmat-nikmat lain yang telah Kau berikan untukku.
Semoga mampu membuat kita lebih bersyukur atas setiap jengkal nikmat-nikmat Nya.

Sabtu, 13 April 2013

Pelajaran dari seorang gadis tanpa tangan

0 komentar

Bismillah.. kuawali pagi ini dengan penuh semangat. Mengapa, karena pagi ini aku akan mengikuti kajian dhuha di Masjid Al-Madinnah. Hal yang membuatku sangat bersemangat. Setelah sholat subuh, aku segera bersiap.

Masih ada waktu beberapa menit sambil menyantap sarapan aku menonton tayangan “Islam itu indah” yang disampaikan oleh Ust. Maulana Yusuf. Gaya ceramah yang menyenangkan dan tema yang bagus semakin membuatku bersemangat. Tema ceramah pagi ini adalah “Bangun siang rezeki hilang”.

Kira2 pukul 06.15 wib, aku meluncur menjemput papa. Kemudian kami berangkat menuju Mesjid. Alhamdulillah shaf masih banyak yang kosong, akupun memilih lantai 2 karena merasa sudah nyaman dan tenang saat berdoa.

Sebelum sholat dhuha dimulai, Ust. Rosyid menyampaikan ceramah meneruskan materi minggu lalu tentang 7 golongan pengikut Syaitan. Materi tersebut diambil dari sebuah kitab karangan Husain bin Sulaiman Al Rosyid.  Isi ceramahnya sangat menarik sekali. Sudah aku catat di bukuku, nanti aku rangkum di halaman tersendiri karena aku harus mengoreksi lagi tulisannya

Kira-kira pukul 07.15, kami mulai sholat dhuha. Kuselesaikan 12 rakaat dhuha-ku. Selepas itu, Ust. Rosyid memimpin untuk zikir. Syahdu, khusyuk dan tenang sekali. Ketika lantunan zikir di lafadzkan, dimulai dari ber-istighfar, sholawatan dan bacaan lain yang meng-agungkan Asma-Nya. Hatiku kembali bergetar, hangat, tenang sekali. Aku sangat menikmatinya. Allah hadir dekat sekali dengan diriku. Seolah-olah merengkuhku, memeluk dan air mata bercucuran dari hati yang dipenuhi cinta ini.

Ya Allah.. hadirlah terus dalam jiwa ku. Dalam getaran-getaran yang dipenuhi dengan rindu dan cinta. Limpahkanlah selalu kenikmatan dalam beribadah kepada-Mu. Setelah doa ditutup dan majelis pun selesai kami pun bersujud dan bersalam-salaman.

Kuturuni tangga Mesjid dengan perlahan. Kutatap sekeliling Masjid, seperti biasa beberapa pedagang sudah menggelar lapak dan para jamaah pun mengerumuni untuk membeli barang. Berbagai produk dijual dari jilbab, kaus kaki, minyak wangi sampai dengan makanan matang siap untuk disantap. Mataku tertuju pada satu lapak yang penjualnya adalah seorang ibu, kudatangi lapak tersebut dan berjongkok memilih barang dagangannya. Produk yang dijual adalah rengginang, keripik singkong pedas, snack gabus dan beberapa jilbab siap pakai. Sambil memilih keripik singkok yang ingin kubeli, mataku melirik sosok anak yang berada disamping ibu tersebut, ternyata seorang gadis tanpa kedua tangan. Berbalut kerudung, gadis tersebut membantu ibunya menawarkan barang dagangan. Wajahnya nampak sumringah tanpa terlihat rasa kurang percaya diri sedikitpun. Ibu tersebut mengatakan “Neng ini keripiknya harganya seribuan, titipan orang, saya gak punya modal jadi ini cuma titipan”. ya bu, "saya mau beli 5 bungkus" jawabku. Kuserahkan uang dan kuberikan semua kembalianku.

Ya Allah, suatu pelajaran berharga kudapat pagi ini. Walau dalam keterbatasan modal dan fisik namun Ibu beserta gadis itu masih mau berusaha untuk menjemput rezeki-Nya dengan jalan yang mulia. Aku jadi teringat beberapa tunanetra yang menjajakan kerupuk ikan yang sering kujumpai. Mereka dengan berbekal tongkat dan mata hati berusaha menjemput rezeki, malah pernah aku membeli kerupuk dagangannya dan ketika aku hendak melebihkan uang mereka menolaknya.

Aku jadi malu sendiri, dengan fisik yang jauh lebih sehat dan sempurna masih sering bermalas-malasan dalam ikhtiar menjemput rezeki. Ya Allah maafkan aku jika seringkali lupa untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Mu ini. Terima kasih Allah atas pelajaran hari ini. Berikanlah keistiqomahan kepadaku untuk senantiasa berbuat lebih baik lagi. (Aamin)





Minggu, 31 Maret 2013

Selamat Jalan Pakde Sumadi

0 komentar
Sabtu, 30 Maret 2013, pukul 18.00 kami mendapat kabar duka bahwa Pakde Sumadi berpulang ke Rahmatullah. Innalillahi wa inailahi roji'un. 
Kabar terakhir yang kami terima Pakde dilarikan ke RS. di daerah Solo karena tubuhnya terasa lemas dan sakit. 

Ingatanku melayang kebeberapa bulan yang lalu. Beliau datang ke Jakarta bersama Bude untuk membesuk Papa ku yang terdiagnosa sakit ginjal. Dalam kondisi sehat kami bertemu dan saling mengobrol mengabarkan satu sama lain. 

Pakde Sumadi adalah sosok yang taat dalam beribadah. Beliau selalu santun dalam bertutur kata, ramah, penyabar dan berjiwa penolong. Di dekat kediamannya Beliau membangun sebuah Langgar yang biasa digunakan untuk sholat, mengaji dan pertemuan warga.

Tidak ada yang mengetahui rahasia sampai berapa lama kontrak hidup kita akan berakhir. Yang bisa kita lakukan hanyalah mempersiapkan bekal perjalanan untuk menuju ke tempat yang abadi.

SELAMAT JALAN PAKDE SUMADI

Semoga Allah Melapangkan Kubur dan menerima segala amal ibadah Beliau. Amien.
Kelak kita akan berjumpa lagi.

Sabtu, 16 Maret 2013

Setetes Darah semoga memberi manfaat

0 komentar
Sabtu 16 Maret 2013, Yayasan Sayap Ibu Bintaro kembali mengadakan suatu event Sosial " Donor Darah". Matahari yang cukup terik tidak menghalangi niat kami untuk berbagi darah untuk sesama. Bersama Yuka adik sepupuku kami berboncengan menuju lokasi.

Sebuah Yayasan yang menaungi anak - anak yatim piatu dengan keterbelakangan dan berkebutuhan khusus sering kali mengadakan event seperti ini. Kehadiranku ketempat ini bukanlah hal yang pertama. Kira - kira setahun yang lalu aku beserta beberapa rekan guru  pernah diundang oleh Para alumni SMA BL untuk acara bakti sosial. 

Sungguh suatu undangan yang pernah membuat kami  begitu tersentuh. Anak - anak yang sebelumnya sering berbuat ulah, trouble maker dan julukan lain - lain ternyata mempunyai hati yang lembut dan penuh kasih. Anak - anak didik kami ternyata berhati mulia. Semangat berbagi nan penuh kekeluargaan membuat acara tersebut semakin indah. 

Kira - kira 3 bulan yang lalu Yayasan ini pun juga pernah mengadakan acara donor darah. Dan ini kedatanganku yang ke tiga kalinya ketempat ini.

Setelah mengisi form kesehatan dan menjalani pemeriksaan tekanan darah serta HB. Kami memasuki ruang donor. Kupasrahkan tangan kiriku untuk diambil darah oleh Petugas. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit dalam proses pengambilan darah.
Setelah itu kami keluar ruangan, dan ini yang ditunggu - tunggu karena memang perutku sudah menyanyikan lagu keroncong. Susu coklat, Bubur kacang hijau, Mie Instan, telur rebus dan vitamin penambah darah siap disantap. Alhamdulillah..

Ya Allah Terima Kasih telah Engkau berikan sehat pada tubuhku hari ini sehingga aku bisa membagi sedikit darahku buat sesama.
Semoga darah titipan-Mu melalui tubuhku ini bisa senantiasa bermanfaat. (Amien)

"Sebaik - baik manusia adalah orang yang paling  bermanfaat bagi orang lain". ((HR. Ad-Daraquthni dan Ath-Thabarani)

Majelis Dhuha - Masjid Al Madinah CBD -

5 komentar
  Foto : Google

Hari Sabtu nan cerah. Matahari kembali tersenyum dan menyapa ramah umat manusia. Pagi ini pertama ku ikuti Kajian Dhuha di Masjid ini. Dengan mengendarai jagoan Merah yang setia menemani perjalananku. 
Saat sampai di Mesjid, ternyata sudah banyak jamaah yang hadir.

Aku mengambil Shaf di Lantai 2. Kugelar sajadah dan duduk sambil mendengarkan ceramah yang sudah dimulai. 
Tepat pukul 07.00 kami mulai melaksanakan sholat Dhuha. Kuselasaikan 12 rakaat Dhuha ku, dan setelah itu Ust. memimpin untuk berzikir. Lantunan Dzikir demikian syahdu dan khusyuk. Sangat menentramkan jiwa. Untaian kalimat Dzikir yang indah mampu membuat para Jama'ah terisak dan begitu menyentuh jiwa. 
Sang Ust. begitu pandai dalam memilih kata dan membuat kami terhipnotis termasuk diriku. 
Rasanya seperti aku melayang ke Rumah-Nya. Memvisualisasikan hadir di Mekkah dan Madinah lagi. Sungguh nikmat sekali. 

Setelah Dzikir ditutup, ada Kajian Dhuha yang disampaikan oleh seorang Ust. Barang siapa yang ingin diberikan rezeki yang berlimpah amalkanlah Surat Al-Waqiah. Dapat dibaca setiap malam. Namun, sebagai manusia kita hendaknya senantiasa memaksimalkan Ikhtiar. Rezeki yang Allah hadirkan tidak hanya dalam bentuk uang/ materi namun banyak hal. Jodoh yang baik, keturunan yang Sholeh, Rumah Tangga yang Sakinnah, dll. Maka dari itu,  mohonlah kepada Allah hal -hal yang luas. Allah Maha Kaya. Segala nya Maha Mungkin jika Allah sudah berkehendak.

" Dan apabila hamba - hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran" (QS. Al-Baqarah : 186)