Minggu, 21 April 2013

SELAMAT HARI KARTINI

0 komentar
Foto : Google

Pagi nan cerah, masih dalam suasana memperingati Hari Kartini. Pagi ini aku berpapasan dengan anak-anak SD yang  berdandan dan memakai pakaian penuh warna. Ada yang menggunakan pakaian Jawa lengkap dengan sanggul modern, pakaian Padang dan lain-lain. Hal itu pun pernah aku lakukan sewaktu SD dulu. 

Ibu Kita Kartini Sang Pahlawan wanita yang mampu membuat pencerahan khususnya bagi kaum wanita. Para wanita terdahulu  sangat terbatas ruang geraknya terutama dalam menuntut ilmu. Kartini sangat prihatin akan kondisi kaum wanita  saat itu.

Kartini adalah sosok wanita yang ingin mewujudkan hak kaum wanita Indonesia untuk mempunyai derajat yang tinggi terutama dalam hal pendidikan.  Bukan hal yang mudah pada zaman itu untuk mengubah paradigma bahwa kaum wanita juga berhak belajar dan bersekolah. Berbekal semangat dan daya juang tinggi, perlahan tapi pasti Kartini mampu membuat Sekolah untuk Kaum wanita.

Pemikiran-pemikiran Kartini yang kritis tertuang dalam surat-surat yang dibuat oleh beliau. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).

Berkat pemikiran yang tertuang dalam tulisan-tulisan penuh makna tersebut akhirnya terciptalah sebuah buku  yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang". Buku tersebut masih dan tetap terkenang walaupun Ibu Kartini telah wafat. Berkat jasa-jasa Ibu Kartini saat ini Wanita Indonesia dapat memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi serta dalam hal pekerjaan pun tidak ada perbedaan laki-laki dan perempuan.

Terima Kasih Ibu Kartini.
Semoga Ilmu dan semangat yang telah Ibu perjuangkan akan terkenang dan bermanfaat sepanjang masa. 
Semoga Allah selalu mengalirkan pahala yang berlimpah atas jasa-jasa Ibu Kartini.

sumber : Wikipedia

Minggu, 14 April 2013

Renungan di Hari Ulang Tahun

0 komentar

14 April 2013, tepat usiaku memasuki gerbang kepala-3. Kuawali dengan bermuhasabah, berdoa serta berucap syukur atas semua karunia yang telah diberikan-Nya. Alhamdulillah..
Dering SMS masuk ke Handphone ku berisi ucapan selamat dan doa-doa, tak lupa suamiku juga turut mendoakan dan memberi Selamat. "Selamat Ulang Tahun ya, semoga panjang umur, selalu disayang Allah dan pada akhirnya Khusnul Khotimah" begitu kurang lebih hal yang dikatakan oleh suamiku. Aku pun meng-Amini nya.

Ucapan dan doa dari beberapa teman dan para anak didikku mewarnai halaman Wall ku satu hari itu. Saat sore hari, kami berkumpul di rumah Orang Tua ku. Tak di sangka ada sebuah kejutan yang diberikan oleh adikku. Wah surprised sekali, tak disangka adikku yang tampak cuek dengan hal-hal seperti ini, hari ini membuat suatu kejutan untukku. Berkumpulah keluarga kecil kami dengan rasa bahagia. Rangkaian doa yang indah membuat hati ku sangat terharu. Alhamdulillah Allah atas karunia ini. Aku merasa sangat bersyukur dikelilingi oleh orang-orang tercinta dalam hidupku.

Ya Allah
Terima kasih Kau telah hadirkan aku ke dunia ini dengan segala kelebihan dan kekurangan
Terima kasih telah Kau hadirkan orang-orang tercinta dalam hidupku yang senantiasa menyayangiku.
Terima kasih atas semua limpahan nikmat-Mu yang tak terhitung

Ya Allah..
Jadikanlah sisa umurku dipenuhi dengan keberkahan dan kebermanfaatan
Perkenankanlah atas permohonan-permohonan ku yang belum terwujud

Ya Allah
Jika suatu saat nanti telah tiba waktu ku berpulang menghadap-Mu, panggilah aku dengan Panggilan Cinta-Mu dalam kondisi yang terbaik, waktu yang terbaik dan  tempat yang terbaik.
Pertemukanlah aku dengan Rosulullah beserta keluarganya dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang sholeh.
Jadikanlah aku hamba yang senantiasa Kau rindukan dalam Cinta dan Kasih-Mu.
Hadirkanlah aku di Jannah-Mu nan Suci dan Mulia

"Seindah-indah-Nya pertemuan adalah pertemuan dengan-Mu"

Semoga kedua Malaikat disampingku Meng-Amini dan menyampaikan ke pintu langit-Nya. (Aamin)




Sabtu, 13 April 2013

Pelajaran dari seorang gadis tanpa tangan

0 komentar

Bismillah.. kuawali pagi ini dengan penuh semangat. Mengapa, karena pagi ini aku akan mengikuti kajian dhuha di Masjid Al-Madinnah. Hal yang membuatku sangat bersemangat. Setelah sholat subuh, aku segera bersiap.

Masih ada waktu beberapa menit sambil menyantap sarapan aku menonton tayangan “Islam itu indah” yang disampaikan oleh Ust. Maulana Yusuf. Gaya ceramah yang menyenangkan dan tema yang bagus semakin membuatku bersemangat. Tema ceramah pagi ini adalah “Bangun siang rezeki hilang”.

Kira2 pukul 06.15 wib, aku meluncur menjemput papa. Kemudian kami berangkat menuju Mesjid. Alhamdulillah shaf masih banyak yang kosong, akupun memilih lantai 2 karena merasa sudah nyaman dan tenang saat berdoa.

Sebelum sholat dhuha dimulai, Ust. Rosyid menyampaikan ceramah meneruskan materi minggu lalu tentang 7 golongan pengikut Syaitan. Materi tersebut diambil dari sebuah kitab karangan Husain bin Sulaiman Al Rosyid.  Isi ceramahnya sangat menarik sekali. Sudah aku catat di bukuku, nanti aku rangkum di halaman tersendiri karena aku harus mengoreksi lagi tulisannya

Kira-kira pukul 07.15, kami mulai sholat dhuha. Kuselesaikan 12 rakaat dhuha-ku. Selepas itu, Ust. Rosyid memimpin untuk zikir. Syahdu, khusyuk dan tenang sekali. Ketika lantunan zikir di lafadzkan, dimulai dari ber-istighfar, sholawatan dan bacaan lain yang meng-agungkan Asma-Nya. Hatiku kembali bergetar, hangat, tenang sekali. Aku sangat menikmatinya. Allah hadir dekat sekali dengan diriku. Seolah-olah merengkuhku, memeluk dan air mata bercucuran dari hati yang dipenuhi cinta ini.

Ya Allah.. hadirlah terus dalam jiwa ku. Dalam getaran-getaran yang dipenuhi dengan rindu dan cinta. Limpahkanlah selalu kenikmatan dalam beribadah kepada-Mu. Setelah doa ditutup dan majelis pun selesai kami pun bersujud dan bersalam-salaman.

Kuturuni tangga Mesjid dengan perlahan. Kutatap sekeliling Masjid, seperti biasa beberapa pedagang sudah menggelar lapak dan para jamaah pun mengerumuni untuk membeli barang. Berbagai produk dijual dari jilbab, kaus kaki, minyak wangi sampai dengan makanan matang siap untuk disantap. Mataku tertuju pada satu lapak yang penjualnya adalah seorang ibu, kudatangi lapak tersebut dan berjongkok memilih barang dagangannya. Produk yang dijual adalah rengginang, keripik singkong pedas, snack gabus dan beberapa jilbab siap pakai. Sambil memilih keripik singkok yang ingin kubeli, mataku melirik sosok anak yang berada disamping ibu tersebut, ternyata seorang gadis tanpa kedua tangan. Berbalut kerudung, gadis tersebut membantu ibunya menawarkan barang dagangan. Wajahnya nampak sumringah tanpa terlihat rasa kurang percaya diri sedikitpun. Ibu tersebut mengatakan “Neng ini keripiknya harganya seribuan, titipan orang, saya gak punya modal jadi ini cuma titipan”. ya bu, "saya mau beli 5 bungkus" jawabku. Kuserahkan uang dan kuberikan semua kembalianku.

Ya Allah, suatu pelajaran berharga kudapat pagi ini. Walau dalam keterbatasan modal dan fisik namun Ibu beserta gadis itu masih mau berusaha untuk menjemput rezeki-Nya dengan jalan yang mulia. Aku jadi teringat beberapa tunanetra yang menjajakan kerupuk ikan yang sering kujumpai. Mereka dengan berbekal tongkat dan mata hati berusaha menjemput rezeki, malah pernah aku membeli kerupuk dagangannya dan ketika aku hendak melebihkan uang mereka menolaknya.

Aku jadi malu sendiri, dengan fisik yang jauh lebih sehat dan sempurna masih sering bermalas-malasan dalam ikhtiar menjemput rezeki. Ya Allah maafkan aku jika seringkali lupa untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Mu ini. Terima kasih Allah atas pelajaran hari ini. Berikanlah keistiqomahan kepadaku untuk senantiasa berbuat lebih baik lagi. (Aamin)