Sabtu, 28 Desember 2013 adalah hari yang paling saya nantikan dibulan
Desember ini. Setelah saya membaca informasi mengenai acara ini dari
Website milik Omjay saya jadi tertarik dan tidak sabar ingin mengikuti
cara tersebut. Selain itu, motivasi saya mengikuti acara ini ingin
sekali bertemu dan bertatap langsung dengan Omjay.
Omjay adalah sosok yang saya kenal hanya lewat dunia maya, saat itu secara tidak sengaja saya
browsing
informasi dan mungkin sudah jalan Allah saya dihadirkan di Website
beliau. Karya karya serta prestasi yang luar biasa menambah rasa
penasaran saya mengenai sosok nya. Selanjutnya saya membeli 2 buku
beliau yang berjudul “ Guru Tangguh Berhati cahaya serta Menulislah
setiap hari buktikan apa yang terjadi”. Isi buku yang begitu bagus
dengan rangkaian kata yang sangat mudah dipahami semakin membuat saya
kagum pada sosoknya.
Teacher Writing camp 3, berlangsung selama 2 hari bertempat di Wisma
UNJ. Saat pertama kali saya memasuki ruangan, ternyata peserta sudah
banyak yang berdatangan. Acara dimulai tepat pukul 08.30. Hal yang
membuat saya semakin bersemangat adalah para peserta yang hadir tidak
hanya berasal dari wilayah Jakarta saja, namun banyak juga peserta yang
berasal dari beberapa daerah diantaranya Lampung, Kalimantan, Sumatera,
Surabaya sampai Sumbawa. Sungguh luar biasa, semangat belajar yang
tinggi membuat mereka rela untuk datang sampai merogoh kantong pribadi
untuk biaya akomodasi.
Agenda pertama diawali dengan pembukaan,
selanjutnya Omjay mulai beraksi dengan gaya bahasa yang lucu mampu
memompa semangat pagi dan antusias para peserta. Dengan memohon Rhido
Allah acara diawali dengan pembacaan doa, semoga acara ini berjalan
lancar dan mendatangkan kebermanfaatan.
Acara selanjutnya adalah
penampilan dari guru-guru hebat peraih penghargaan Acer award 2013.
Dimulai oleh Bapak Rudi, Pemenang Guraru Award 2013 yang berasal dari
Palangkaraya. Beliau adalah Guru Fisika SMAN 2. Beliau memaparkan latar
belakang mengapa menulis ? serta memberikan Tips – tips menulis ala
Rudi. Tips tips tersebut adalah :
- Sikap aktif seseorang untuk menulis.
- Orientasinya pada hasil karya
- Menulis dengan konsisten (menulis ibarat mengasah pisau)
- Menulis dengan imajinasi
- Mentalitas menulis (keberanian untuk berkarya)
- Menulis dengan penuh cinta. (menggunakan bahasa yang santun, tidak menjelek-jelekkan )
Pembicara kedua adalah seorang Ibu guru yang bernama Mugi Rahayu. Beliau adalah Guru Ekonomi, anggota IGI, blogger,
Mommy
dengan 4 orang anak serta aktif dalam tulis menulis dalam berbagai
media. Artikel – artikel beliau sudah banyak yang diterbitkan di Media
Cetak maupun secara online. Beliau memaparkan bagaimana menulis bisa
menghasilkan. Sosok wanita yang cerdas, penuh semangat serta kreatif.
Semangatnya patut ditiru. Saya sangat senang bisa jumpa beliau.
Menginspirasi dan penuh motivasi. Yang membuat saya penasaran terhadap
sosoknya adalah bagaimana beliau mampu memanajemen waktu dengan baik.
Beliau juga memaparkan tips untuk mengatur diri. Berikut tips yang
beliau berikan :
- Jangan membawa pekerjaan kerumah.
- Professional talk ditempat kerja.
- Menulislah sebanyak mungkin selagi ada waktu dan mood sedang bagus.
- Pupuk rasa percaya diri bahwa kita bisa.
- Komunitas ditempat yang tepat.
- Open mind dan terus belajar
Pembicara
yang ketiga adalah Bapak Sukani. Beliau masih muda namun mempunyai
prestasi yang luar biasa, dengan berbagai aktivitas diantaranya adalah
Wakil Kepala Sekolah, pengajar, book writer, author, businessman online,
blogger, motivator dll. Prestasi – prestasi yang pernah diraihnya pun
cukup banyak. Beliau adalah pemenang Acer Guraru Award 2013 sebagai
juara ke-1. Menurut beliau untuk membuat tulisan menjadi baik dan enak
dibaca rahasianya sederhana yaitu : menulis, menulis, menulis. Semua
orang mampu menulis, sebagaimana bisa berbicara dan berjalan. Menulis
bisa dimana saja dan kapan saja serta apa saja. Dimulai dari hal-hal
sederhana, lambat laun akan terbiasa dan suatu saat dapat menghasilkan
hasil yang luar biasa. Proses menulis yang berkualiatas tidak terlepas
dari seringnya menulis dan membaca.
Pak. Sukani saat ini mengampu
mata pelajaran Matematika, namun tidak membuat beliau buta akan IT.
Justru kemampuannya menggunakan media ICT, semakin menambah nilai lebih.
Terbukti beliau mampu membuat Digibook, media pembelajaran berbasis
animasi dan penguasaan media ICT yang lainnya.
Selanjutnya adalah
sesi Tanya jawab. Para peserta sangat antusias, terbukti dengan
banyaknya pertanyaan yang diajukan terutama kepada Pak. Sukani.
Pemanfaatan media ICT yang mampu menunjang pembelajaran adalah salah
satu yang ingin diketahui lebih banyak lagi. Mungkin lain waktu bisa
diadakan pelatihan khusus pembuatan karya menggunakan media ICT.
Acara
berikutnya adalah sesi Menulis ala Negeri 5 Menara. Mas Ahmad Fuadi
sudah hadir ditengah-tengah peserta. Ahmad Fuadi memaparkan bagaimana
proses menulis sebuah fiksi. Bagaimana fiksi mampu menginspirasi dan
memotivasi pembacanya. Termotivasi dari kalimat MAN JADDA WAJADDA mampu
membakar semangat dan motivasi beliau untuk menulis dan sukses.
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat sudah melekat dalam
jiwanya, sehingga mampu menjadi suntikan amunisi bagi dirinya untuk
berbuat manfaat dan pencapaian kesuksesannya.
Setelah Ishoma,
acara dilanjutkan dengan hadirnya Team Kompasiana, memotivasi para
peserta untuk menulis di media Online. Bersama Mas Iskandarjet, seorang
Wartawan, admin kompasiana, blogger serta motivator mengajak peserta
untuk aktif menulis di media online. Kompasiana adalah salah satu media
yang dapat dimanfaatkan untuk mempublish tulisan. Perubahan zaman saat
ini mampu membuat media informasi dapat diakses oleh siapa saja dan
siapa saja bisa memberikan informasi. Seru dan sangat bermanfaat.
Acara
terakhir adalah belajar menulis resensi Film yang dibawakan oleh Mbak
Dhitta Puti Sarasvati. Beliau adalah pengajar dan juga punya hobby
menonton serta membuat resensi film. Beliau penikmat film terutama yang
terkait dengan pendidikan baik dalam maupun luar negeri. Peserta
diajarkan teknik membuat resensi, dimulai dari membaca, membuat
pertanyaan, diskusi sampai dengan meresensi. Kemudian diputarkan sebuah
Film pendek yang berjudul “Thank You Mr. Folker”, dan setelahnya peserta
diminta untuk membuat resensi.
Acara diakhiri pukul 16.30. Para
peserta yang bersarasal dari luar daerah disediakan tempat menginap dan
yang lainnya bisa pulang untuk beristirahat. Acara esok hari sepertinya
akan lebih seru dan menarik.
Demikian reportase hari ini. Sampai jumpa untuk tulisan berikutnya. Semoga bermanfaat. !
(Alhamdulillah tulisan ini terpilih sebagai juara ke 3 dalam penulisan artikel TWC 3)