Minggu, 31 Maret 2013

Selamat Jalan Pakde Sumadi

0 komentar
Sabtu, 30 Maret 2013, pukul 18.00 kami mendapat kabar duka bahwa Pakde Sumadi berpulang ke Rahmatullah. Innalillahi wa inailahi roji'un. 
Kabar terakhir yang kami terima Pakde dilarikan ke RS. di daerah Solo karena tubuhnya terasa lemas dan sakit. 

Ingatanku melayang kebeberapa bulan yang lalu. Beliau datang ke Jakarta bersama Bude untuk membesuk Papa ku yang terdiagnosa sakit ginjal. Dalam kondisi sehat kami bertemu dan saling mengobrol mengabarkan satu sama lain. 

Pakde Sumadi adalah sosok yang taat dalam beribadah. Beliau selalu santun dalam bertutur kata, ramah, penyabar dan berjiwa penolong. Di dekat kediamannya Beliau membangun sebuah Langgar yang biasa digunakan untuk sholat, mengaji dan pertemuan warga.

Tidak ada yang mengetahui rahasia sampai berapa lama kontrak hidup kita akan berakhir. Yang bisa kita lakukan hanyalah mempersiapkan bekal perjalanan untuk menuju ke tempat yang abadi.

SELAMAT JALAN PAKDE SUMADI

Semoga Allah Melapangkan Kubur dan menerima segala amal ibadah Beliau. Amien.
Kelak kita akan berjumpa lagi.

Dalam Sujud Panjangku

0 komentar
Ya Allah, Engkau Pencipta kehidupan dan kematian. Dalam genggaman-Mu nasib diri kami dan semesta ini. Tanpa bimbingan dan petunjuk-Mu, kami tak akan tahu apa makna dan tujuan hidup ini. Terlalu sedikit yang kami ketahui tentang rahasia lapis-lapis kehidupan yang Engkau ciptakan.

Ya Allah, bukalah hati, pikiran, telinga dan mata kami untuk bisa menatap dan menerima anugerah hidayah dan cahaya kasih-Mu. Sehingga kami selalu istiqomah, optimis dan produktif dalam menjalani kehidupan ini. Bimbinglah hati dan pikiran kami agar kami bisa menjadikan semua desah nafas dan langkah kaki sebagai zikir dan sujud kepada-Mu. Sehingga, kami selalu merasa khusyuk bersujud diatas sajadah panjang, terbentang sampai ke pintu kematian.

Ya Allah, dengan kasih dan pertolongan-Mu, bimbing dan tunjukilah kami untuk mensyukuri nikmat kehidupan dan kemerdekaan yang Engkau anugerahkan dengan iman yang kokoh, pikiran yang cerdas, hati yang suci dan amal kebajikan yang tak pernah henti.

Ya Allah, ketika suatu saat ajal tiba, jadikanlah hari itu sebagai hari wisuda kami mengakhiri jadwal hidup didunia. Tempat bertanam untuk bekal perjalananku lebih lanjut. Tetapkanlah iman dan kecintaanku kepada-Mu. Anugerahkanlah kami keturunan dan teman-teman yang saleh dan bijak. Dengan kasih-Mu semoga di kampung akhirat nanti Engkau masukkan kami ke dalam komunitas para anbiya dan syuhada, meski pada barisan paling belakang. Allahumma Amin.

(sumber: Psikologi Kematian-Komaruddin Hidayat)

Dari Lingkungan Hidupnya Anak Belajar

0 komentar
 gambar: Google

Jika anak banyak dicela,
       Ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi,
       Ia akan terbiasa menentang
Jika anak dihantui ketakutan,
       Ia akan terbiasa cemas
Jika anak banyak di kasihani,
       Ia akan terbiasa meratapi nasibnya
Jika anak dikelilingi olok-olok,
       Ia akan terbiasa merasa bersalah
Jika anak serba dimengerti,
       Ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak banyak diberi dorongan,
       Ia akan terbiasa percaya diri
Jika anak banyak dipuji,
       Ia akan terbiasa menghargai
Jika anak diterima oleh lingkungannya,
       Ia akan terbiasa menyayangi
Jika anak tidak banyak dipersalahkan,
       Ia akan senang menjadi dirinya sendiri
Jika anak mendapat pengakuan dari kiri kanan,
       Ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya
Jika anak diperlakukan dengan jujur,
       Ia akan terbiasa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah,
       Ia akan terbiasa melihat keadilan
Jika anak mengenyam rasa aman,
       Ia akan terbiasa mengandalkan diri dan mempercayai orang sekitarnya
Jika anak dikerumuni keramahan,
       Ia akan terbiasa berpendirian

Sungguh Indah Dunia ini.
Bagaimana dengan Anak Anda?