Selasa, 10 Desember 2013

Check Up Kesehatan Papa

0 komentar


Sore ini saya kembali mengantar papa check up ke RS. CIKINI. Setelah beberapa bulan meliburkan diri kami datang lagi ketempat ini. Dua bulan yg lalu hasil kreatinin dan ureum papa menunjukkan perbaikan, (1,8 kreatini dan 58 ureum) sehingga Dr. Tunggul mengizinkan utk check up 2 bulan sekali. Sebelum kontrol, hasil lab terbaru sudah papa siapkan. Beberapa hari yg lalu papa melakukan pemerikasaan Lab sesuai dengan surat pengantar yg diberikan dokter.
Hasil pemeriksaan bulan ini menunjukkan perubahan dibeberapa bagian, kreatinin 3,0 dan hasil protein +++.

Sambil menunggu kedatangan Dr. Tunggul, saya berbicang bincang dengan seorang ibu. Ibu tersebut bercerita bahwa mempunyai putri yg sudah 9 tahun menderita gagal ginjal. Mulai terdiagnosa saat berusia 18 tahun dan saat ini putrinya sudah berusia 26 tahun. Aku tercengang mendengar cerita Ibu tersebut.

Setahun pertama cuci darah rutin dilakukan seminggu 2 kali.  Upaya pencangkokan ginjal pernah dilakukan sampai ke Hongkong. Namun, Tuhan berkehendak lain.  Ginjal yang sudah tercangkok pecah dan tidak dapat berfungsi. Sungguh suatu perjuangan yg luar biasa.

 Ibu tersebut juga bercerita pernah saat itu nyawa sang putri hampir Allah panggil. Alat pemacu jantung sudah digunakan dan monitor pendeteksi menunjukkan sudah tidak ada lagi detak jantung,
 keluarga sudah berpasrah dan mengikhlaskan. Begitupun Sang Ibu sudah ikhlas, namun dalam lubuk hati terdalam masih menyimpan suatu harapan dan pemohonan untuk sang buah hati tercinta. Subhanallah Allah tunjukkan suatu keajaiban, Sang Putri tiba-tiba bangun dan tersadar. Allahu Akbar, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Saat ini sudah 8 tahun sang putri menjalani CAPD sebagai pengganti ginjalnya yg sudah tidak berfungsi. Semoga sang ibu dan putrinya senantiasa Allah berikan kekuatan da kesabaran.

CAPD (continous ambulatory peritoneal dialysis) adalah sebuah metode yang dapat digunakan sebagai pengganti Hemodialisis bagi pasien yang ginjalnya sudah tidak berfungsi. CAPD dapat dilakukan dirumah dan pasien dapat melakukannya sendiri. CAPD dilakukan setiap 4 jam sekali perhari. Pasien dapat menggunakan metode tersebut dengan segala kelebihan dan kekurangan didalamnya.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Suster memanggil kami untuk masuk keruang Dokter. Dr. Tunggul memeriksa kondisi Papa, menurut Dr. tekanan darah yang cukup tinggi dan kadar gula yang juga diatas rata-rata dapat menyebabkan kenaikan pada kreatinin. Alhasil, Papa diminta untuk menjaga pola makan kembali. Semangat ya Pa.. Dr. Tunggul pun segera menuliskan resep dan meminta kami untuk check up kembali bulan depan.

Ya Allah.. Nikmat sehatmu sungguh tak ternilai. Karuniamu yg ada didalam tubuh ini sangat luar biasa. Semua hanya titipan-Mu, kapan pun Kau ingin kurangi mudah saja bagi Mu. Ampuni aku Ya Allah jika selama ini kurang menjaga amanah Mu didalam tubuh ini dan nikmat-nikmat lain yang telah Kau berikan untukku.
Semoga mampu membuat kita lebih bersyukur atas setiap jengkal nikmat-nikmat Nya.

Rabu, 27 November 2013

FORUM ILMIAH TINGKAT NASIONAL

0 komentar
Minggu, 10 November 2013, bertempat di Maharadja Hotel,  Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemdikbud mengadakan kegiatan Forum Ilmiah Guru Tingkat Nasional. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru serta untuk menciptakan guru yang kreatif dan inovatif. Diawali dengan proses penyeleksian karya-karya ilmiah yang telah dikirimkan oleh para guru dari tingkat Provinsi sampai dengan tingkat Nasional, kegiatan ini adalah puncak penganugerahan atas hasil yang telah Bapak/Ibu guru lakukan. 

Akhirnya terpilihlah finalis-finalis dari tingkat TK s/d SMA. Forum ilmiah ini dihadiri oleh 17 Guru dari jenjang TK, 21 guru dari jenjang SD, 17 guru dari jenjang SMP, 21 guru dari jenjang SMA serta para observer yang berasal dari Jakarta, Serang dan Tangerang.

Agenda  hari pertama dimulai pada hari Minggu yaitu Check In kamar Hotel. Saya bersama Ibu Danik sebagai peserta observer dikirim sebagai perwakilan dari SMA Budi Luhur. Setelah kami beristirahat, pada pukul 16.00 adalah pembukaan acara. Acara  resmi dibuka oleh Prof. Dr. Syawal Gultom. 

Agenda pada hari Kedua adalah presentasi oleh para finalis. Kami dikelompokkan sesuai dengan jenjang mengajar. Saya bertugas sebagai observer pada jenjang SMA. Tugas observer adalah mengamati serta memberikan penilaian terhadap presentasi para finalis. Para observer diberikan rubrik untuk diisi. Rubrik tersebut berisi poin-poin yang terkait dengan penilaian para Finalis saat mereka mempresentasikan hasil karya ilmiah.
Satu persatu finalis bergantian mempresentasikan hasil karya mereka. Waktu yang diberikan dewan juri adalah 30 menit. Mereka sangat kreatif, ada yang membawa media pembelajaran dari ketela, jarum pentul, sterofoam, dll. Para finalis untuk tingkat SMA hampir semua berasal dari luar Jakarta. Mereka mengajar pada sekolah - sekolah daerah, bahkan beberapa mengajar di daerah terpencil. Para Juri pun menseleksi dengan ketat, pertanyaan demi pertanyaan membanjiri para finalis, dan mereka pun tak kalah cerdas dengan menjawab serta memberikan argumentasi atas karya-karya mereka. Keterbatasan bukanlah suatu halangan untuk berkarya. Mereka mampu membuat media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.. Faktor usia juga bukanlah menjadi alasan untuk berhenti untuk berkarya kreatif.

Hari ini saya mendapat pengalaman yang luar biasa. Setelah saya melihat kedunia luar, mata saya terbuka ternyata banyak sekali rekan rekan Guru yang mempunyai semangat dan karya yang luar biasa. Akhirnya setelah sehari penuh kami berkutat diruang presentasi, selesailah agenda hari ini. Melelahkan namun menyenangkan.

Agenda hari ketiga diawali dengan diskusi ringan. Para peserta berkumpul dan saling bercerita. Selanjutnya Bapak Dr. Bactiar S. Bachri, M.Pd memberi materi tentang Tips mereview karya ilmiah. Para guru sangat antusias, banyak pertanyaan yang mereka ajukan. Materi akan saya share. Akhirnya tibalah waktu makan siang. Makanan dengan menu Hotel siap disantap. Sedapp..

Setelah makan siang acara dilanjutkan dengan pemaparan tentang Kurikulum 2013 yang dibawakan oleh Prof. Dr. Syawal Gultom. Saat ini banyak guru yang hanya mengajarkan materi dan mengejar nilai akademis, namun seringkali lalai untuk menyisipkan nilai-nilai karakter pada siswa. Sehingga saat mereka lulus mereka hanya pintar namun belum tentu berkarakter. Pendidikan karakter hendaknya ditanamkan pada semua lini pelajaran. Sehingga diperlukan suatu perubahan pada penyusunan kurikulum di Indonesia. Menurut Prof. Dr. Syawal Gultom kurikulum 2013 yang lebih menekankan pada aspek karakter dibandingkan hanya nilai semata. Tidak hanya mendapat nilai tinggi namun menciptakan anak didik yang berkarakter harus berjalan beriringan dengan kecerdasan akademis. Sehingga diharapkan generasi baru yang mampu membawa perubahan bagi Bangsa Indonesia.

Akhirnya, tibalah jua acara yang paling dinanti yaitu pengumuman pemenang Karya Ilmiah Guru Tingkat Nasional. Juara I pada Jenjang SMA diraih oleh Jaka Satri dari Bengkulu. Rasa bahagia mewarnai para Sang Juara. Peserta yang belum juara pun tak kalah bahagia karena mendapat suatu pengalaman baru yang luar biasa. Kami pun berfoto untuk mengabadikan momen indah ini. Terima Kasih para Panitia yang telah menyelenggarakan acara ini. Semoga acara di tahun berikutnya dapat lebih baik lagi.

Salam 




START, DO, ACTION

0 komentar
Bismillahirrohmanirohim
Setelah beberapa bulan vakum dalam berlatih menulis dikarenakan kesibukan serta terkena virus malas yang datang melanda. Oh.. saya mesti bangkit lagi. Start, Do, action... aktivitas ngeblog merupakan aktivitas yang tidak memaksa, tidak ada yang mengharuskan, tidak ada yang mewajibkan dan tidak lain-lainnya sehingga membuat saya terlena dengan virus-virus malas.
Oh.. sulitnya kalau virus itu mulai menyerang. Saya harus berjibaku untuk mengalahkannya. Mengalahkan hawa nafsu serta kemalasan-kemalasan dalam diri saya. Yang membaca tulisan saya mungkin bisa saling berbagi tips untuk mengatasi virus ini??

Go.. Go... I Can Do It.. Write again.. Be creative, spirit...